Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menyusul meningkatnya titik panas dan sebaran asap dalam sepekan terakhir.
Bareskrim Polri mendalami dugaan adanya pihak yang menjadi pemodal di balik kasus pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melibatkan 72 tersangka di sejumlah wilayah Indonesia. Polisi menelusuri transaksi keuangan para tersangka untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak yang menyuruh atau membiayai aksi tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terhadap sektor transportasi udara di sejumlah wilayah Kalimantan. Asap sempat menyebabkan penurunan jarak pandang di Banjarbaru, Palangka Raya, dan Pontianak.
Polri meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat El Nino dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Polisi mengungkap alasan para pelaku melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla), di sejumlah wilayah Indonesia. Pembakaran dilakukan untuk mempermudah proses pembukaan lahan, sekaligus menekan biaya land clearing.
Polri mencatat sebanyak 7.872 titik api aktif terdeteksi dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Untuk memperkuat penanganan, sebanyak 71.714 personel kepolisian disiagakan secara nasional.
Pemerintah belum berencana membentuk satuan tugas (Satgas) khusus, untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Pemerintah Indonesia telah membangun komunikasi secara informal dengan negara tetangga, Malaysia dan Singapura, menyusul dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.