Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut polutan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan berpotensi terbawa angin hingga ke negara tetangga. Saat ini, pola sebaran polutan mengarah ke barat laut menuju Selat Malaka dan Natuna.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan setelah menemukan areal terbakar seluas 1.511,55 hektare d
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di berbagai daerah selama periode 28-29 Agustus 2026. Karhutla tercatat terjadi di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri mengungkap jumlah tersangka kasus dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di wilayah Sumatera dan Kalimantan bertambah. Kini, total tersangka mencapai 89 orang.
Kemenkes mengungkapkan jumlah kasus ISPA di beberapa wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana di Tanah Air, khususnya di wilayah Sulawesi dan Jawa.
Polda Riau terus mengintensifkan penegakan hukum terhadap tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hingga akhir Agustus 2026, sebanyak 37 perkara dengan 40 tersangka telah ditangani Ditreskrimsus Polda Riau bersama jajaran.
Paparan asap akibat karhutla perlu diwaspadai, apalagi kini tengah terjadi kebakaran hutan di Kalimantan juga Sumatera.