Kumpulan Berita
Karhutla dan kekeringan tercatat terjadi di sejumlah daerah di Indonesia selama musim kemarau ini.
Kementerian PU menyiagakan dan mengoptimalkan bendungan, bendung, embung
Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen masyarakat menurun dan persediaan bahan makanan semakin menipis.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru mengenai perkembangan musim di Indonesia. Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia memasuki musim kemarau.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 16 ribu warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD periode Senin 13 Juli pukul 07.00 WIB hingga Selasa (14/7/2026), krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Klaten, Banyumas, dan Pemalang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana kekeringan mulai meluas di sejumlah daerah seiring memasuki musim kemarau. Dalam laporan terbaru periode Kamis (3/7/2026) hingga Jumat (4/7/2026), wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi daerah yang terdampak paling signifikan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan-lahan (karhutla) sejak 1 Juli 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Akibat kondisi tersebut, sebanyak 1.129 kepala keluarga (KK) terdampak.