Kumpulan Berita
Produktivitas sawit rakyat masih rendah (3-4 ton/ha/tahun) karena kurangnya keterampilan. BPDP dan Ditjenbun berupaya meningkatkan SDM melalui pelatihan dan pendanaan dari pungutan ekspor sawit untuk mewujudkan industri sawit berkelanjutan.
BPS memproyeksikan produksi beras hingga Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton, naik 12,16?ri tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh luas panen yang lebih besar dan ekspor pertanian yang meningkat, terutama kelapa sawit.
Pengakuan ini menjadi peluang besar untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor sawit nasional ke Benua Biru.
Kelapa sawit Indonesia masih menjadi primadona bagi negara lain
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia telah mengajukan beberapa komoditas untuk mendapatkan tarif impor di bawah 19 persen dari Amerika Serikat.
Industri kelapa sawit menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan keinginannya agar Indonesia tidak lagi mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM)
Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan 221.000 lahan perkebunan kelapa sawit kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)