Kumpulan Berita
Berdasarkan analisis BMKG, puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2026 mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4% wilayah Indonesia
Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.
BMKG juga mengingatkan potensi terjadinya penurunan kualitas udara hingga kebakaran hutan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan berdasarkan informasi yang diterima BNPB, bencana kekeringan melanda sejumlah wilayah di Jawa, Indonesia, pada awal Agustus 2025 ini.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadinya bencana kekeringan di Desa Tangga Bosi III, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Bencana kekeringan ini berdampak signifikan di wilayah tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga akhir Juli 2025, sekitar 45% wilayah Indonesia dari total Zona Musim (ZOM) telah memasuki periode musim kemarau.
Cuaca ekstrem masih menghantui masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, terutama yang belum masuk fase kemarau.
DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan telah berkomunikasi dengan BMKG ihwal musim kemarau 2025.