Kumpulan Berita
Menjelang akhir Ramadhan, tepatnya 2 Februari 1965, empat kompi dari Batalyon Infanteri 330/Para Kujang I Kodam Siliwangi dikerahkan dalam Operasi Kilat untuk mengepung kawasan hutan di sekitar Sungai Lasolo, Sulawesi Tenggara.
Jenderal Kopassus Bintang 3 ini melanjutkan, TNI juga terlibat aktif dalam berbagai satuan tugas yang berperan langsung dalam percepatan pemulihan.
Lokasi tersebut lalu diserahkan kepada KKO, dan RPKAD melanjutkan bergerak ke depan. Mereka menghadapi musuh lagi dan terjadi pertempuran sengit selama 2 jam.
Keberanian dan sikap teguh anggota Kopassus Kolonel Inf. Agus Hernoto dalam menjalankan misi operasi, menjadikannya sebagai legenda pasukan baret merah.
Pengarahan tersebut menekankan soliditas, fokus kinerja, dan integritas jajaran TNI dalam mendukung program strategis nasional Presiden Republik Indonesia.
Dalam meninjau pembangunan Huntara dan Huntap bagi korban bencana, Kasum TNI didampingi oleh Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan.
Rencana Peraturan Presiden (Perpres) tentang pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menangani terorisme tidak dapat dilepaskan dari perubahan karakter ancaman keamanan kontemporer.
Pasukan elite Kopassus, Serma Edi Sutono, menunjukkan aksi heroik luar biasa saat latihan bersama negara sahabat. Ia nekat mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan rekan pasukan khusus negara sahabat.