Kumpulan Berita
KPAI menemukan adanya anak dari Tasikmalaya yang ikut aksi 22 Mei karena dibawa oleh guru ngajinya.
Mereka belum ditetapkan sebagai tersangka atau pelaku kerusuhan karena masih perlu adanya penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta, ada 140 korban bentrok yang dibawa ke rumah sakit tersebut.
Dua orang anak yang menjadi korban kekejian yang diduga dilakukan oleh polisi itu sangat kejam dan diperlakukan seperti bukan manusia.
KPAI mengatakan pemerintah menjamin ketiga tersangka kekerasan terhadap Audrey tetap mendapat hak pendidikan mereka
Kasus pelibatan anak dalam kampanye itu sudah dilaporkan ke Bawaslu.
Meskipun dihukum, KPAI ingin memastikan para siswa itu tetap dipenuhi hak atas pendidikannya.
Jika lokasi kejadian itu telah diketahui, KPAI akan mendorong pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat untuk memeriksa guru tersebut.