Kumpulan Berita
Proses evakuasi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan ketegangan. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, tiga orang dilaporkan masih terperangkap di dalam rangkaian kereta, sementara tim gabungan terus berjibaku melakukan penyelamatan dengan penuh kehati-hatian.
Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin mengungkapkan, sebanyak 7 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sementara itu, 81 orang mengalami luka-luka dan masih ada 3 orang yang terperangkap di dalam kereta.
Sebanyak 6 orang meninggal dunia dan 80 lainnya mengalami luka-luka akibat tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB. Seluruh korban meninggal merupakan penumpang KRL.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri memastikan pihaknya masih mendalami kronologis kecelakaan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Green SM Indonesia angkat bicara terkait insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, yang melibatkan salah satu kendaraannya dengan kereta yang melintas.
Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur tak hanya menyisakan kerusakan parah, tetapi juga trauma mendalam bagi para korban selamat. Salah satunya, Desi Budianti (50), yang mengaku ?? ngilu” melihat kondisi korban lain di lokasi kejadian.
Petugas gabungan berhasil mengevakuasi satu korban bernama Nurul (26) dalam kondisi selamat pasca insiden tabrakan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada, Selasa (28/4/2026), dini hari.
Sebanyak 71 korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif di lima rumah sakit berbeda. Para korban mengalami berbagai luka, mulai dari ringan hingga serius akibat kerasnya benturan.