Kumpulan Berita
PT Akulaku Finance Indonesia meraih laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) sebesar Rp108 miliar pada 2025. Peningkatan profitabilitas tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran pembiayaan perusahaan sepanjang tahun lalu.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun sepanjang tahun 2025 atau tumbuh sebesar 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit yang solid serta efisiensi operasional yang semakin membaik.
Emiten pertambangan emas, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat laba bersih sebesar USD71 atau sekitar Rp 1,1 triliun hingga akhir kuartal III-2025.
PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan laba bersih sebesar Rp194,69 miliar hingga kuartal III-2025. Kinerja keuangan tersebut ditopang oleh jasa pertambangan dan konstruksi yang berjalan stabil sepanjang 2025.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan Laba sebesar Rp2,74 triliun, tumbuh 5,02% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil membukukan kinerja gemilang sepanjang periode Januari-September 2025, baik dari sisi pencapaian laba bersih, penyaluran kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), maupun peningkatan aset.
BRI Insurance mencatatkan laba bersih Rp467 Miliar dan premi bruto Rp3,12 Triliun di Kuartal III-2025. Pertumbuhan didorong oleh segmen properti, mikro, dan korporasi. Perseroan optimis mencapai target premi Rp4,5 Triliun di akhir 2025. BRI Insurance juga tengah menyiapkan spin-off unit usaha syariah.
Bank Mandiri meraih laba bersih konsolidasi Rp24,5 triliun di semester I 2025, meski turun YoY. Kredit tumbuh 11% melampaui industri. Aset naik 11,4%. UMKM tumbuh signifikan. NPL terjaga rendah. DPK naik, didorong dana murah.