Kumpulan Berita
Ledakan amunisi ini menewaskan 13 orang dari TNI AD dan warga sipil.
TNI AD masih melakukan investigasi atas tragedi ledakan amunisi yang terjadi di kawasan Garut, Jawa Barat, beberapa waktu silam. Hingga kini sebanyak 46 saksi telah diperiksa.
Seluruh korban berhasil diidentifikasi.
Bahkan, dia merupakan salah satu ahli peledak yang dimiliki TNI AD.
Johanes Sugiarto sangat terpukul dengan peristiwa yang merenggut anaknya tersebut.
Akibat insiden tersebut, 13 orang meninggal termasuk 4 anggota TNI.
Sebanyak empat orang anggota TNI yang meninggal dunia akibat kegiatan pemusnahan amunisi tidak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut,
Kapuspen TNI, Mayjen Kristomei Sianturi menyebut, amunisi kadaluwarsa yang hendak dimusnahkan berupa granat hingga mortir yang sudah melewati masa pakai atau kadaluwarsa.