Kumpulan Berita
Pasukan Israel dilaporkan menembakkan gas air mata kepada warga Palestina yang hendak melaksanakan shalat Ied di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa, di tengah penutupan kawasan tersebut oleh otoritas Israel.
Untuk pertama kalinya sejak Perang Enam Hari 1967, Masjid Al-Aqsa ditutup bagi jemaah Muslim pada momen Idul Fitri. Penutupan ini memicu kesedihan mendalam di kalangan warga Palestina yang selama puluhan tahun menjadikan kompleks tersebut sebagai pusat ibadah akhir Ramadan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembatasan dan penutupan Al-Aqsa merupakan pelanggaran hukum internasional.
Para pemukim melakukan aksinya di bawah perlindungan polisi Israel.
Banyak warga Palestina yang tidak bisa sholat Jumat di Masjid Al Aqsa akibat pembatasan ini.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid (HNW) mengecam keras tindakan Israel yang menangkap imam dan khatib Masjid Al Aqsa, Syaikh M. Ali Al Abbasiy, serta membatasi jumlah jamaah Sholat Jumat selama Ramadhan.
Viral Ekstremis Israel Rilis Video AI Pembakaran Masjid Al-Aqsa
Polisi Israel melarang Imam Besar Syekh Ekrima Sabri masuk Masjid Al-Aqsa selama 6 bulan karena memimpin sholat ghaib Ismail Haniyeh.