Kumpulan Berita
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melawat ke Paris, Prancis dan Brussels, Belgia pada 3-5 Juni 2026. Hal ini untuk mempercepat aksesi keanggotaan Indonesia di Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD, serta memastikan kelancaran kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan peran aktif perekonomian daerah memegang kunci krusial dalam merealisasikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Pemerintah menilai capaian makro tersebut mustahil terwujud jika hanya mengandalkan stimulus kebijakan dari pusat tanpa adanya lompatan performa dari pemerintah daerah.
Pemerintah telah mengendus adanya selisih (gap) pencatatan data perdagangan yang cukup fantastis antara Indonesia dengan sejumlah negara mitra dagang utama dunia. Nilai perbedaan komparasi data ekspor-impor tersebut ditaksir menembus angka puluhan miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Belarus Alexander Turchin di Minsk, Belarus Jumat (15/5/2026). Pertemuan tersebut dilaksanakan di sela-sela Rangkaian Pertemuan Ke-8 Sidang Komisi Bersama (SKB) RI??"Belarus serta menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan ekonomi strategis kedua negara.
Pemerintah bergerak cepat mengantisipasi dampak gangguan rantai pasok global akibat ketegangan di Selat Hormuz. Dalam rapat perdana Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, diputuskan pemberian insentif fiskal berupa pembebasan biaya masuk untuk komoditas LPG dan bahan baku plastik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa 60 persen investasi menghasilkan laba. Kondisi ini dinilai menjadi daya tarik bagi investor yang mau menanamkan modalnya ke Indonesia.
Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional guna meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pertumbuhan ekonomi di kuartal II bakal ditopang fundamental ekonomi yang kuat. Sejumlah indikator seperti peningkatan konsumsi rumah tangga hingga realisasi investasi digadang-gadang mempercepat akselerasi perekonomian.