Kumpulan Berita
Para pelaku industri di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) menegaskan peran strategisnya dalam mendukung agenda swasembada energi nasional.
Indonesia tidak lagi memiliki cadangan minyak sebesar periode terdahulu
SKK Migas beserta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) memulai program pengeboran 2026 di Wilayah Kerja (WK) Jabung.
Proyek ini sebelumnya penuh dinamika, bahkan sempat mengalami kebakaran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan lifting minyak bumi tercatat mencapai 605,3 ribu barel per hari (MBOPD)
Pertamina berhasil mempertahankan posisinya pada peringkat ESG nomor 1 dunia di Sub Industri Integrated Oil and Gas, dari 56 perusahaan minyak dan gas terintegrasi lainnya.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri kini bukan lagi sekadar pelengkap. Sektor ini telah menjadi tulang punggung strategis yang siap menggeser dominasi produk impor.
SKK Migas menyampaikan total nilai kontrak belanja hulu migas Rp725 triliun sepanjang 2020 hingga November 2025.