Kumpulan Berita
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memaparkan sejumlah strategi untuk meredam gejolak pasar yang terjadi pasca pengumuman pembekuan sementara rebalancing saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menargetkan permintaan lembaga indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) terkait data perusahaan tercatat di Indonesia akan rampung sebelum bulan Mei 2026 mendatang.
MSCI mengancam akan menurunkan peringkat pasar modal Indonesia dari kategori emerging market menjadi frontier market.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons langkah strategis terkait pengumuman indeks global MSCI Inc.
Pengumuman MSCI mengenai perubahan metodologi penghitungan porsi saham public alias free float di pasar saham domestik menekan IHSG.
BEI menanggapi keputusan pengelola indeks global, MSCI, yang membekukan sementara perubahan indeks pada saham-saham Indonesia.
MSCI mengkaji untuk menggunakan data KSEI sebagai acuan tambahan dalam menghitung free float saham-saham Indonesia.
Indeks ini akan berlaku efektif pada 27 Agustus 2025, setelah penutupan perdagangan pada 26 Agustus 2025.