Kumpulan Berita
BMKG memprakirakan hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sepekan ke depan atau periode 17 hingga 23 April 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah kabar yang menyebut kemarau 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir.
Pemerintah mendorong penerapan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk menghemat penggunaan air irigasi hingga 20 persen
Berdasarkan analisis BMKG, puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2026 mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4% wilayah Indonesia
Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.
BMKG juga mengingatkan potensi terjadinya penurunan kualitas udara hingga kebakaran hutan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan berdasarkan informasi yang diterima BNPB, bencana kekeringan melanda sejumlah wilayah di Jawa, Indonesia, pada awal Agustus 2025 ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 48% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga awal Agustus 2025.