Kumpulan Berita
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 432 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 60,5% wilayah Indonesia, telah memasuki musim kemarau hingga Dasarian I Juli 2026. Angka tersebut meningkat 11,6% dibandingkan dasarian sebelumnya, seiring semakin dominannya kondisi atmosfer kering di berbagai wilayah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 16 ribu warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD periode Senin (13/7) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (14/7), krisis air bersih masih terjadi di Kabupaten Klaten, Banyumas, dan Pemalang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan 48,9% wilayah Indonesia berdasarkan Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.
Dia juga mengungkapkan lima kebiasaan sederhana yang bisa mulai diterapkan sejak hari ini untuk menjaga ketersiadan air.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan memasuki pertengahan Juni 2026, atmosfer di wilayah Indonesia menunjukkan kondisi yang semakin kering, terutama di wilayah bagian selatan. Hal ini menandai musim kemarau yang meluas di wilayah Indonesia.
Puncak musim kemarau ini diperkirakan akan terjadi pada Agustus 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Indonesia bakal terhadi pada bulan Agustus 2026.