Kumpulan Berita
Meski demikian, secara kumulatif Januari??"Mei 2026, neraca perdagangan masih berada di zona positif berkat kuatnya sektor nonmigas.
Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan penyebab neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026. Kondisi ini sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan penyebab neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat defisit pada Mei 2026
Capaian ini sekaligus mengakhiri tren surplus yang sebelumnya berlangsung selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus USD89,1 juta pada April 2026. Indonesia mengalami surplus neraca dagang selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor mencapai USD25,21 miliar pada April 2026 atau naik 22,49 persen dibandingkan April tahun lalu.
Capaian ini menandai rekor dengan Indonesia mengalami surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,51 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).