Kumpulan Berita
Kenaikan tersebut menunjukkan daya beli petani tetap terjaga, seiring penurunan biaya yang dikeluarkan petani lebih besar dibandingkan penurunan harga hasil pertanian
Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik 2,17%, masih lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani
Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2025 naik 0,76% menjadi 123,57. Kenaikan ini didorong oleh harga gabah, kelapa sawit, jagung, dan bawang merah. Subsektor tanaman pangan mencatat kenaikan NTP tertinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) pada Mei 2025 sebesar 121,15, atau naik 0,07%