Kumpulan Berita
Dukungan terhadap KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin terus menguat menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Kali ini, dukungan datang dari jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Banten
Gus Salam yang juga cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Bisri Syansuri, ini menegaskan rangkaian kunjungan yang dilakukannya bukan didorong kepentingan pribadi.
Tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU), Abdul Hamid Rahayaan berharap muktamar organisasi Islam terbesar tersebut akan berjalan lancar dan netral.
Salah satu usulan disepakati 15 pimpinan tertinggi PCNU se-Lampung itu, terkait ketentuan larangan rangkap jabatan bagi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, mengajak para ulama, kiai, akademisi, dan kalangan pesantren untuk menghidupkan kembali tradisi menulis kitab sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan ilmu dan membangun peradaban Islam. Hal itu ia tekankan menjelang Muktamar ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026.
Teori kritis berpandangan bahwa masyarakat modern tidak hanya dibentuk oleh struktur ekonomi atau institusi formal, tetapi juga oleh mekanisme dominasi yang bekerja melalui bahasa,
Mereka juga meminta agar pelaksanaan muktamar ke-35 NU segera ditetapkan. Karena kepanitiaan muktamar telah ditetapkan 8 Mei 2026.
Komisi II DPR RI membuka peluang melakukan kunjungan ke sejumlah organisasi kemasyarakatan, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Walubi, serta partai politik nonparlemen untuk menyerap aspirasi dalam penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.