Kumpulan Berita
Serangan dari dua negara ini tidak akan berhenti hingga Iran menghentikan proyek senjata nuklirnya dan patuh pada kemauan Washington. Iran membalas. Semua basis militer AS di Timur Tengah dibom, termasuk membom Tel Aviv.
Pertama, pasca Bung Karno, Josep Boz Tito, Nehru dan Gamal Abdul Nasser, juga, Fidel Castro, tokoh serius yang berani melawan Amerika "hanya" Ayatullah Ali Khamenei. Sejatinya publik internasional banyak yang simpatik pada Iran. Ali Khamenei memenuhi dan mengisi hajat publik internasional tidak sekedar tandingan (counterculture), melainkan bagaimana bersikap "humanizing the face of enemy" (memanusiakan musuh).
Di tengah dentuman mesiu di Teheran, mata dunia kini juga tertuju pada Jakarta. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan pemegang mandat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton pasif.
Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia diguncang oleh gangguan layanan publik akibat peretasan terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).
Jakarta bukan lagi sebagai pengamat atau sekadar pendukung diplomatik Palestina, tetapi sebagai aktor yang ikut terlibat dalam desain pascaperang Gaza.
Dalam beberapa bulan terakhir, posisi Indonesia makin diperhitungkan. Di UN Human Rights Council, Indonesia dipercaya menjadi ketua. Indonesia juga masuk ke dalam BRICS, klub negara ekonomi besar yang menjadi pusat perhatian dunia.
Keberadaan media dalam hal ini pers nasional dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat.
Sementara, langkah Cak Imin men-yowan-kan struktur baru DPW PKB se-Indonesia, lebih sebagai langkah penyelarasan dengan pidato Presiden Prabowo pada retreat semua kepala daerah di Sentul international.convention center: "kalau tidak suka saya, silakan 2029 bertarung".