Kumpulan Berita
Jika Iran memutuskan untuk melakukan balasan penuh, perang tidak akan berhenti di Israel, namun meluas ke Kawasan Teluk. Iran memiliki jaringan pengaruh yang luas di Kawasan, sejak dari Lebanon, Irak, Suriah, hingga Yaman. Kelompok-kelompok bersenjata yang selama ini menjadi sekutu strategisnya bisa membuka front baru secara simultan. Karenanya, dalam situasi seperti itu, Israel tidak hanya menghadapi satu musuh, tetapi lingkaran konflik regional.
Peristiwa ini terjadi dengan latar belakang konflik Iran vs Israel??"AS sejak 2024??"2025 yang meningkat ketegangannya karena beberapa faktor strategis, antara lain program nuklir Iran
Iironi besar terjadi di Teluk ketika hujan seharusnya membasahi tanah yang gersang, namun yang turun adalah hujan rudal.
Media nasional dan internasional pada Senin petang (2 Maret 2026) menurunkan headline mengenai jatuhnya sejumlah pesawat tempur F-15 milik Amerika Serikat di Kuwait.
Serangan dari dua negara ini tidak akan berhenti hingga Iran menghentikan proyek senjata nuklirnya dan patuh pada kemauan Washington. Iran membalas. Semua basis militer AS di Timur Tengah dibom, termasuk membom Tel Aviv.
Pertama, pasca Bung Karno, Josep Boz Tito, Nehru dan Gamal Abdul Nasser, juga, Fidel Castro, tokoh serius yang berani melawan Amerika "hanya" Ayatullah Ali Khamenei. Sejatinya publik internasional banyak yang simpatik pada Iran. Ali Khamenei memenuhi dan mengisi hajat publik internasional tidak sekedar tandingan (counterculture), melainkan bagaimana bersikap "humanizing the face of enemy" (memanusiakan musuh).
Jika terus dilakukan, maka ini menjadi kebijakan instan jangka pendek terlihat praktis, tetapi dalam jangka panjang melemahkan struktur industri nasional.
Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia diguncang oleh gangguan layanan publik akibat peretasan terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).