Kumpulan Berita
Populasi Indonesia dengan 286 juta jiwa saat ini sesungguhnya sedang bernapas dengan ritme produktivitas tingkat tinggi.
Arta Moeini, pakar politik internasional dan grand strategy Amerika Serikat menegaskan ini hanya beberapa jam setelah terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Ia menilai kegagalan Operation Epic Fury terhadap rezim Iran telah membuktikan ketahanan rezim kepada dunia, dan kini lebih mengakar, radikal, dan berorientasi pada keamanan daripada bulan lalu.
Jika Iran memutuskan untuk melakukan balasan penuh, perang tidak akan berhenti di Israel, namun meluas ke Kawasan Teluk. Iran memiliki jaringan pengaruh yang luas di Kawasan, sejak dari Lebanon, Irak, Suriah, hingga Yaman. Kelompok-kelompok bersenjata yang selama ini menjadi sekutu strategisnya bisa membuka front baru secara simultan. Karenanya, dalam situasi seperti itu, Israel tidak hanya menghadapi satu musuh, tetapi lingkaran konflik regional.
Iironi besar terjadi di Teluk ketika hujan seharusnya membasahi tanah yang gersang, namun yang turun adalah hujan rudal.
Dampak negatif menggunakan media sosial (medsos) secara berlebihan pada remaja (Gen Z) dibahas di banyak kesempatan dan forum.
Media nasional dan internasional pada Senin petang (2 Maret 2026) menurunkan headline mengenai jatuhnya sejumlah pesawat tempur F-15 milik Amerika Serikat di Kuwait.
Pertama, pasca Bung Karno, Josep Boz Tito, Nehru dan Gamal Abdul Nasser, juga, Fidel Castro, tokoh serius yang berani melawan Amerika "hanya" Ayatullah Ali Khamenei. Sejatinya publik internasional banyak yang simpatik pada Iran. Ali Khamenei memenuhi dan mengisi hajat publik internasional tidak sekedar tandingan (counterculture), melainkan bagaimana bersikap "humanizing the face of enemy" (memanusiakan musuh).
Di tengah dentuman mesiu di Teheran, mata dunia kini juga tertuju pada Jakarta. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan pemegang mandat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton pasif.