Kumpulan Berita
Peristiwa ini terjadi dengan latar belakang konflik Iran vs Israel??"AS sejak 2024??"2025 yang meningkat ketegangannya karena beberapa faktor strategis, antara lain program nuklir Iran
Iironi besar terjadi di Teluk ketika hujan seharusnya membasahi tanah yang gersang, namun yang turun adalah hujan rudal.
Dampak negatif menggunakan media sosial (medsos) secara berlebihan pada remaja (Gen Z) dibahas di banyak kesempatan dan forum.
Serangan dari dua negara ini tidak akan berhenti hingga Iran menghentikan proyek senjata nuklirnya dan patuh pada kemauan Washington. Iran membalas. Semua basis militer AS di Timur Tengah dibom, termasuk membom Tel Aviv.
Pertama, pasca Bung Karno, Josep Boz Tito, Nehru dan Gamal Abdul Nasser, juga, Fidel Castro, tokoh serius yang berani melawan Amerika "hanya" Ayatullah Ali Khamenei. Sejatinya publik internasional banyak yang simpatik pada Iran. Ali Khamenei memenuhi dan mengisi hajat publik internasional tidak sekedar tandingan (counterculture), melainkan bagaimana bersikap "humanizing the face of enemy" (memanusiakan musuh).
Di tengah dentuman mesiu di Teheran, mata dunia kini juga tertuju pada Jakarta. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan pemegang mandat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton pasif.
Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia diguncang oleh gangguan layanan publik akibat peretasan terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).
Jakarta bukan lagi sebagai pengamat atau sekadar pendukung diplomatik Palestina, tetapi sebagai aktor yang ikut terlibat dalam desain pascaperang Gaza.