Kumpulan Berita
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto mengungkapkan identitas 4 anggota KKB tersebut.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan kelompok separatis yang harus ditindak. Sebab, tidak boleh ada gerakan separatis di wilayah Indonesia.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengapresiasi keputusan keempat anggota OPM untuk meninggalkan kekerasan dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Baku tembak bermula saat pasukan TNI memperoleh informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar wilayah.
Operasi penghancuran ini dilakukan segera setelah Satgas Habema menyelesaikan pengintaian titik koordinat markas Kodap III milik KKB.
Paket tersebut atas nama Weminus Wandik (W W) yang dikirim Senin, 21 September 2026, dari Sentani menuju Wamena, dengan menggunakan pesawat Cargo Trigana Air.
Jenderal Kopassus ini menjelaskan, dari pemeriksaan tersebut, Abdon mengaku telah tiga kali mentransfer uang kepada seseorang berinisial BA untuk membeli senjata api.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan pasukan Koops Habema terlibat kontak senjata dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Senin 21 September 2026.