Kumpulan Berita

PBNU


Nasional
Rabu 04 Februari 2026 10:56 WIB

Pesan Ketum PBNU ke Prabowo : Jangan Terbawa Arus yang Mungkin Rugikan Palestina

Gus Yahya mewanti-wanti agar langkah Indonesia tidak terjebak dalam arus kepentingan yang justru berisiko merugikan rakyat Palestina.

Nasional
Rabu 04 Februari 2026 08:42 WIB

16 Ormas Islam Setuju Indonesia Gabung Board of Peace untuk Kemerdekaan Palestina

Sebanyak 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren dari Jawa Timur dan Jawa Barat menyatakan sepakat mendukung langkah strategis pemerintah dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Nasional
Selasa 03 Februari 2026 21:24 WIB

Jelang Muktamar, Duet Kiai Said Aqil Siroj dan Cucu Pendiri NU Gus Salam Dijagokan Pimpin PBNU

Urgensi pasangan ini kata dia, pada Muktamar NU ke-35 terletak pada kemampuannya menjawab tiga agenda strategis NU sekaligus.

Nasional
31 January 2026

Jelang Muktamar NU, Ulil Abshar Soroti Pentingnya Formasi Kepemimpinan PBNU

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU periode 2015??"2021, Ulil Abshar Hadrawi, menyampaikan pandangannya terkait formasi ideal kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menjelang Muktamar ke-35 NU.

Nasional
30 January 2026

Harlah Ke-100 NU, Prabowo Direncanakan Hadir di Istora Senayan

Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri resepsi puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU), yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu 31 Januari 2026.

Nasional
30 January 2026

PBNU Dukung Langkah Prabowo Gabung Dewan Perdamaian, Keputusan Tepat untuk Bantu Palestina

Gus Yahya mengatakan, Board of Peace ini dibuat untuk menjadi wahana membicarakan perdamaian di Palestina.

Nasional
30 January 2026

Tak Ikut Campur Masalah Hukum Gus Yaqut, Gus Yahya : Silakan Diproses

Gus Yahya mengatakan, dalam masalah hukum Gus Yaqut, ia sama sekali tidak campur tangan.

Nasional
30 January 2026

Cucu Pendiri NU Keluarkan Kertas Posisi Penataan Kepemimpinan PBNU, Apa Isinya?

Cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Bisri Syansuri ini menegaskan, kertas posisi tersebut bukan untuk mengoreksi masa lalu, bukan pula untuk menghakimi.