Kumpulan Berita
Sinergi yang tercipta dalam proyek waste to energy antara pemerintah pusat, daerah, serta investor menjadi fondasi keberlanjutan
CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan proyek Waste to Energy (WTE) atau pengelolaan sampah menjadi energi siap memasuki tahap tender pada pekan depan.
PT Pelindo Terminal Petikemas berkolaborasi dengan LPPM ULM luncurkan program Pendampingan Penanganan Darurat Sampah dan Edukasi Masyarakat.
Danantara siap membangun PLTSa di Jakarta, Makassar, Bali, dan kota lain. Proyek strategis ini didanai obligasi dan akan melibatkan PLN sebagai pembeli listrik. Prioritas utama adalah daerah dengan produksi sampah tertinggi. Target minimal kapasitas adalah 1.000 ton/hari dan menghasilkan 20 MW.
Danantara akan membangun PLTSa di daerah penghasil sampah 1.000 ton per hari. Langkah ini diharapkan mengurangi tumpukan sampah dan meningkatkan investasi PLTSa. PLN wajib membeli listrik dari PLTSa, menjamin iklim investasi yang baik.
Pemerintah mewajibkan PLN membeli listrik dari PLTSa untuk mengatasi masalah sampah dan mendukung energi terbarukan. Prioritas diberikan pada daerah dengan produksi sampah tinggi, melibatkan BPI Danantara untuk investasi.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan proyek Waste to Energy rampung dalam 18 bulan dengan memangkas waktu administrasi. Pembahasan juga mencakup ketahanan pangan, koperasi desa, dan stabilisasi harga pangan.
Bupati Kotabaru Muhammad Rusli melakukan audiensi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.