Kumpulan Berita
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan harga berbagai produk ritel berpotensi mengalami kenaikan pada kuartal IV 2026. Lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya energi, logistik, harga bahan baku, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada biaya produksi, terutama untuk barang impor.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budiharjo Iduansjah melaporkan adanya tren kenaikan signifikan pada angka penjualan ritel di pusat perbelanjaan dalam dua minggu terakhir.
Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan akan mulai meningkat sehubungan industri usaha ritel di Indonesia mulai memasuki periode menjelang Natal
APPBI mengungkapkan kekhawatiran terhadap adanya potensi produk China membanjiri pasar domestik
APPBI memprediksi periode low season di 2025 akan lebih panjang dibandingkan tahun ini
Pemerintah memastikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan tetap naik menjadi 12% di tahun depan.
APPBI mengungkapkan dampak regulasi bea masuk 200% dan impor ilegal terhadap pasar domestik.
Penambahan libur dan cuti bersama Idul Adha berdampak positif bagi para pengusaha mal.