Kumpulan Berita
Gangguan irama jantung atau aritmia adalah salah satu kondisi yang perlu diwaspadai masyarakat karena dapat memicu komplikasi serius seperti stroke. Salah satu jenis aritmia yang paling sering terjadi adalah fibrilasi atrium (AF).
Kasus obesitas di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dan menjadi perhatian serius di sektor kesehatan.
Wabah virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang sedang merebak di China. Ternyata virus ini berisiko untuk pasien dengan penyakit tertentu.
Perut buncit biasanya dialami pria dan dianggap hal yang wajar karena dinilai hanya memengaruhi penampilan. Banyak yang mengaitkannya dengan kebiasaan minum bir atau pola makan yang tidak terkontrol.
Akhir tahun identik dengan mulainya musim hujan. Cuaca dingin yang muncul pada musim ini sering dianggap sepele, padahal dapat memberikan tekanan serius pada kesehatan jantung, terutama bagi orang yang memiliki riwayat penyakit jantung.
Pakar jantung sekaligus Head of Pulse Day Task Force dan Chairperson of Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), Dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP (K) FIHA, FAsCC, mengingatkan masyarakat mengenai bahaya Atrial Fibrillation (AF) atau fibrilasi atrium. Kondisi gangguan irama jantung ini disebut sebagai salah satu jenis aritmia paling umum yang berdampak besar pada kesehatan global.
Kebiasaan jajan manis, junkfood, merokok, kurang olahraga, begadang, alkohol, narkoba memicu sakit jantung di usia muda. Kementerian Kesehatan RI mengingatkan pentingnya perubahan gaya hidup untuk pencegahan dini.
Kemenkes RI mengingatkan peningkatan risiko penyakit jantung akibat obesitas, bahkan pada usia muda. Gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin diimbau untuk menekan angka kasus penyakit kardiovaskular. Hari Jantung Sedunia jadi momentum peningkatan kesadaran masyarakat.