Kumpulan Berita
Kemkomdigi menilai harga Pertamax perlu disesuaikan dengan harga keekonomian guna menghindari beban tambahan terhadap anggaran negara
PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan BBM subsidi jenis Pertalite bagi masyarakat dalam kondisi cukup dan tersedia.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap alasan penyesuaian harga Pertamax. Ia menjelaskan, Pertamax merupakan bahan bakar minyak atau BBM non-subsidi sehingga harganya harus mengikuti harga minyak dunia.
Kenaikan ini terjadi pada sejumlah produk, termasuk Pertamax dan Pertamax Green, sementara BBM subsidi tetap tidak berubah.
Kenaikan harga BBM diberlakukan untuk jenis Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 setelah sebelumnya, pada Mei 2026
Kenaikan tersebut dikhawatirkan berdampak pada harga bahan baku dan daya beli masyarakat yang menjadi pelanggan utama warteg.
Harga BBM Pertamina, BP, Vivo hingga Shell yang berlaku di Juni 2026. Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.
Pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan kenaikan harga BBM Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada hari ini.