Kumpulan Berita
Airlangga Hartarto menilai konsep Indonesia Incorporated merupakan kunci untuk menjaga ketahanan.
Pemerintah dan DPR menyepakati asumsi makro ekonomi dalam RAPBN 2026, termasuk pertumbuhan ekonomi 5,4%, inflasi 2,5%, dan nilai tukar Rp16.500 per dolar AS. Target pembangunan juga ditetapkan, seperti penurunan pengangguran dan kemiskinan.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tembus di atas 5% pada akhir tahun 2025. Didukung oleh neraca pembayaran sehat, inflasi rendah, dan komitmen BI menjaga stabilitas rupiah.
Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan menjadi 5,00% usai RDG BI Agustus 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan inflasi rendah dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, meski di luar ekspektasi pasar.
Kadin menilai asumsi makroekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 cukup realistis
Target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 5,4% diragukan. Analis memprediksi pertumbuhan lebih konservatif, sekitar 5,0-5,1%, karena tantangan domestik dan eksternal. Investasi swasta dan kebijakan yang tepat diperlukan untuk mencapai target.
Menko Airlangga Hartarto memaparkan capaian ekonomi Indonesia dalam 10 bulan pertama era Presiden Prabowo, termasuk pertumbuhan ekonomi, inflasi terkendali, penurunan pengangguran dan kemiskinan, serta surplus neraca perdagangan.
Kementerian Investasi menargetkan investasi 2026 mencapai Rp2.175,26 triliun, naik 14,2?ri tahun 2025. Realisasi investasi semester I 2025 capai Rp942,9 triliun, serap 1.259.868 tenaga kerja. Hilirisasi berkontribusi Rp280,8 triliun.