Kumpulan Berita
Airlangga Hartarto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan memiliki ketahanan yang kuat.
Di tengah anjloknya IHSG, Menko Airlangga Hartarto meyakinkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025, PMI manufaktur, inflasi terkendali, dan neraca perdagangan surplus menjadi indikatornya.
HIPMI menyerukan pemerintah dan DPR untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat demi meredam kekecewaan publik di tengah pelemahan IHSG dan Rupiah. Aliran modal asing keluar dan kapitalisasi pasar bursa saham menguap.
Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% di 2029 melalui transformasi ekonomi hijau. Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi menjadi kunci. IDSurvey ditugaskan mengawal proses ini, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement.
Pemerintah berencana memperpanjang BSU hingga kuartal III dan IV 2025, memberikan Rp600 ribu kepada pekerja. Bantuan ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi menjelang Natal dan Tahun Baru.
Ketua IBC, Arsjad Rasjid menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang diiringi pemerataan kesejahteraan untuk mencapai visi Indonesia Maju. Pertumbuhan 8% harus inklusif dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Penguatan ekspor juga krusial.
Pemerintah dan DPR menyepakati asumsi makro ekonomi dalam RAPBN 2026, termasuk pertumbuhan ekonomi 5,4%, inflasi 2,5%, dan nilai tukar Rp16.500 per dolar AS. Target pembangunan juga ditetapkan, seperti penurunan pengangguran dan kemiskinan.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tembus di atas 5% pada akhir tahun 2025. Didukung oleh neraca pembayaran sehat, inflasi rendah, dan komitmen BI menjaga stabilitas rupiah.