Kumpulan Berita

Pinjol.


Nasional
21 January 2026

Rapat Bareng Komdigi, DPD Soroti Isu Judi Online hingga Literasi Digital

Anggota DPD RI Muhammad Hidayattollah menegaskan pentingnya penguatan literasi digital sebagai upaya jangka panjang menghadapi maraknya judi online, iklan pinjaman online ilegal, konten media sosial yang tidak ramah anak.

Hot Issue
21 January 2026

Apakah Pinjol Bisa Melacak Keberadaan Nasabah? Ini Jawabannya 

Maraknya kasus penagihan pinjaman online (pinjol) yang membuat resah masyarakat, muncul kekhawatiran dari banyak nasabah pinjol dalam melacak lokasi handphone nasabah.

Hot Issue
20 January 2026

Transparansi Layanan Dinilai Tingkatkan Minat Layanan Keuangan Digital

Seiring berkembangnya layanan keuangan digital di Indonesia, masyarakat semakin sering dihadapkan pada kebutuhan dana mendesak tanpa harus mengganggu tabungan utama. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan akses pinjaman jangka pendek yang fleksibel dan dapat diandalkan.

Hot Issue
19 January 2026

Hoaks Purbaya Resmikan Pinjol Yayasan Al Mubarok, Kemenkeu: Hati-Hati Penipuan

Kemenkeu memastikan berita tersebut tidak benar atau hoaks.

Hot Issue
18 January 2026

Waspada! 24 Pinjol Terjerat Kredit Macet, Utang Orang RI Dekati Rp100 Triliun

24 perusahaan pinjol terjerat kredit macet. Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) di atas 5 persen per November 2025.

Hot Issue
17 January 2026

Amankah Pinjol Tanpa Verifikasi Wajah? Ini Faktanya 

Amankah Pinjol tanpa verifikasi wajah? Masyarakat kini diimbau untuk waspada terhadap tawaran pinjaman online (pinjol) ilegal yang menjanjikan kemudahan pencairan dana tanpa melalui proses verifikasi wajah.

Hot Issue
16 January 2026

DSI Jalankan Skema Ponzi Berkedok Syariah, PPATK Blokir 33 Rekening Rp4 Miliar

PPATK telah memblokir sejumlah rekening yang terafiliasi dengan PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Skema ponzi berkedok syariah.

Hot Issue
16 January 2026

Hampir 5.000 Lender Investasi di Pinjol Dana Syariah Indonesia, Kerugian Rp1,4 Triliun

DSI melaporkan kerugian yang dialami sebanyak 4.898 lender anggota mereka mencapai Rp1,4 triliun.