Kumpulan Berita
Kesenjangan produksi migas membutuhkan kepastian kebijakan, daya saing investasi, serta kemampuan eksekusi.
Ancaman terbesar industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia saat ini bukan lagi sekadar tantangan teknis di lapangan.
Selama bertahun-tahun Laut Mahakam terus menghasilkan energi. Namun seperti manusia yang menua, sumur-sumur migasnya perlahan kehilangan tenaga.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan produksi migas mencapai 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD) di semester I-2026
Temuan ini menjadi kabar positif di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi.
High Pressure Pumping Non-Rig Services berhasil diterapkan untuk pertama kalinya di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan.
Sensitivitas fiskal Indonesia terhadap harga minyak cukup tinggi karena saat ini Indonesia berstatus sebagai negara net importir minyak.
PT Saka Energi Indonesia (SAKA) menargetkan pencapaian produksi net estimasi sebesar 24.000 BOEPD sebagai bagian dari strategi menjaga kesinambungan produksi dan memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi di 2026.