Kumpulan Berita
Rasa kantuk sering muncul saat menjalani puasa di bulan Ramadan. Kondisi ini cukup umum terjadi karena tubuh mengalami perubahan pola makan, jam tidur, dan metabolisme selama berpuasa.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali membagikan konten edukatif melalui Instagram bgsadikin dalam konten video Budi Gemar Sharing #BGS. Kali ini, ia menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang langsung kalap makan dalam porsi besar saat berbuka puasa.
Ramadhan identik dengan waktu makan yang berubah, yaitu sahur di pagi hari, berbuka saat adzan Maghrib, lalu kegiatan malam hari yang padat. Perubahan ini membuat orang beristirahat dari makan dan minum, namun di bulan puasa justru banyak yang mengalami kenaikan berat badan.
Sembelit atau konstipasi menjadi salah satu keluhan yang cukup sering muncul saat bulan puasa.
Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan cairan dan nutrisi yang tepat saat berbuka puasa.
Memaksakan anak berpuasa tanpa mempertimbangkan kesiapan fisik ternyata dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Ahli gizi Ihda Hanifatun Nisa mengingatkan bahwa puasa pada anak harus diawasi secara ketat oleh orang tua.
Anak-anak sebenarnya sudah bisa mulai belajar berpuasa sejak usia dini. Namun, prosesnya harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kesiapan fisik maupun psikologis mereka.
Momen buka bersama (bukber) selalu jadi agenda yang dinanti saat Ramadan. Mulai dari teman sekolah, kuliah, kantor, hingga keluarga besar, semua ingin mengadakan reuni kecil sambil berbuka puasa.