Kumpulan Berita
Indonesia memasuki fase baru dalam industri mineral kritis setelah Perminas dan New Energy Metals Holdings Ltd menandatangani nota kesepahaman.
Danantara melalui PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) mengembangkan ekosistem logam tanah jarang.
Hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memasuki babak baru dengan fokus pada akses mineral kritis.
Indonesia berupaya mengembangkan logam tanah jarang (rare earth) yang permintaannya global meningkat. PT Timah Tbk didorong untuk berperan aktif. Pengelolaan rare earth diharapkan menjadi lompatan bagi pengembangan mineral di dalam negeri, meningkatkan pendapatan negara dan kedaulatan.
Bahlil Lahadalia mengatakan, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan ditunjuk oleh Badan Investasi Mineral untuk mengelola logam tanah jarang di Indonesia.
Bahlil Lahadalia mengatakan, pengelolaan logam tanah jarang tidak lagi dibuka untuk umum, melainkan dikelola langsung oleh negara.
Pemerintah siap menggarap harta karun yang menjadi incaran dunia yakni mineral logam tanah jarang atau Rare Earth Element (REE)