Kumpulan Berita
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengejar penyaluran 191.990 unit rumah untuk mencapai target Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 350.000 unit pada 2026.
Hunian tersebut dikembangkan dengan akses langsung atau terintegrasi dengan transportasi publik.
BTN mendorong peningkatan kualitas dan keterhunian rumah subsidi seiring dengan perluasan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
Penghuni dapat memanfaatkan unit hunian dengan membayar retribusi sesuai tipe unit
Pameran tersebut menawarkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga mulai dari 2,75 persen
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pembangunan dan penyediaan rumah bagi masyarakat. Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PKP terus memperkuat ekosistem perumahan melalui pembangunan rumah, peningkatan kualitas hunian, subsidi, dan pembiayaan.
Pemanfaatan aset tersebut dapat menekan biaya pembebasan lahan yang menjadi salah satu komponen terbesar dalam pembangunan rumah di kawasan perkotaan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terbesar di Indonesia. Hingga akhir Juli 2026, BTN telah merealisasikan puluhan ribu unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), sekaligus memperkuat perannya dalam memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak.