Kumpulan Berita
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF memastikan target program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025 tercapai.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), mengaku telah berkoordinasi dengan Danantara
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik pembiayaan rumah rendah emisi hingga 20.000 unit pada tahun 2026. Perseroan juga meningkatkan porsi pembiayaan berkelanjutan sebagai wujud komitmen perseroan dalam menerapkan praktik perbankan yang ramah lingkungan (green banking) demi mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan dan mengurangi emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim.
Proyek ini menjadi solusi atas keterbatasan lahan hunian di kawasan industri dengan jumlah penduduk yang terus meningkat.
Presiden Prabowo Subianto rapat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di kediaman pribadinya di Hambalang pada Kamis (29/1/2026).
Sudah saatnya pemerintah dan OJK melakukan evaluasi serius terhadap SLIK OJK, khususnya untuk kredit rumah subsidi.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) rumah subsidi pada 2025 mencapai 278.868 unit.
Program perumahan rakyat bukanlah kebijakan instan, melainkan hasil dari proses panjang lintas pemerintahan