Kumpulan Berita

rupiah anjlok


Hot Issue
26 May 2026

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Level Rp17.795 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 52 poin atau sekitar 0,29 persen ke level Rp17.795 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (26/5/2026).

Hot Issue
25 May 2026

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Level Rp17.744 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 27 poin atau sekitar 0,15 persen ke level Rp17.744 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (25/5/2026).

Hot Issue
25 May 2026

Rupiah Sentuh Rp17.600, Ini Penjelasan Menko Airlangga 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk melihat pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) secara utuh berdasarkan konteks historis.

Hot Issue
24 May 2026

Rupiah Diproyeksi Masih Betah di Level Rp17.000

Nilai tukar Rupiah diproyeksikan masih akan tertahan di kisaran level Rp17.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Ketidakpastian sentimen, baik yang bersumber dari dinamika global maupun gejolak domestik, disinyalir menjadi faktor penahan apresiasi mata uang Garuda untuk kembali ke level normalnya.

Hot Issue
23 May 2026

6 Fakta Rupiah Sempat Tembus Rp17.700, Diprediksi Baru Menguat di Juli 2026

Bank Indonesia (BI) menegaskan kondisi ini bersifat sementara dan diperkirakan mulai stabil serta berbalik menguat pada Juli??"Agustus 2026.

Hot Issue
22 May 2026

Purbaya Ngaku Punya Cara Kembalikan Rupiah ke Rp15.000

Untuk merealisasikan target tersebut, Purbaya membocorkan adanya aksi nyata (action) yang siap dieksekusi oleh Kementerian Keuangan pada pekan depan.

Hot Issue
21 May 2026

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.667 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 13,5 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp17.667 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (21/5/2026).

Hot Issue
21 May 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.667, Pasar Tertekan Sentimen Perang Iran dan The Fed

Trump juga memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan memicu lebih banyak aksi militer AS terhadap Iran