Kumpulan Berita
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 52 poin atau sekitar 0,29 persen ke level Rp17.795 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (26/5/2026).
Mata Uang Garuda diproyeksikan masih berada dalam tekanan berat dan rawan terperosok lebih dalam hingga menembus level psikologis baru dalam beberapa hari ke depan.
Ini penyebab ringgit Malaysia jadi mata uang terkuat di Asia. Nilai tukar ringgit Malaysia mencatatkan performa sebagai salah satu mata uang paling kuat di Asia sepanjang 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk melihat pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) secara utuh berdasarkan konteks historis.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengkritik opini sejumlah influencer dan pengamat saham di media sosial yang menyebut kejatuhan nilai tukar Rupiah membawa dampak positif bagi perekonomian nasional. Narasi yang mengklaim pelemahan kurs otomatis menguntungkan kinerja ekspor tersebut dinilai sebagai pandangan yang keliru karena abai terhadap potret riil struktur industri domestik.
Nilai tukar Rupiah diproyeksikan masih akan tertahan di kisaran level Rp17.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Ketidakpastian sentimen, baik yang bersumber dari dinamika global maupun gejolak domestik, disinyalir menjadi faktor penahan apresiasi mata uang Garuda untuk kembali ke level normalnya.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 13,5 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp17.667 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (21/5/2026).
PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pasokan bahan baku produksi pupuk asal impor tetap terpenuhi hingga akhir 2026.