Kumpulan Berita
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan Kamis (5/3/2026) ke level Rp16.903 per dolar AS.
Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons secara tepat,
Bank Indonesia (BI) menyatakan kesiapannya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah menyusul meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan global. Kondisi ini dipicu oleh eskalasi ketegangan militer di Timur Tengah yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 29 poin atau sekitar 0,17 persen ke level Rp16.800 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (25/2/2026).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 27 poin atau sekitar 0,16 persen ke level Rp16.829 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (24/2/2026).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 86 poin atau sekitar 0,51 persen ke level Rp16.802 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (23/2/2026).
Bank Indonesia (BI) membenarkan posisi nilai tukar rupiah saat ini sudah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued. Meskipun rupiah sempat menyentuh level Rp16.880 per dolar AS pada 18 Februari 2026, Gubernur BI Perry Warjiyo meyakini bahwa secara fundamental rupiah memiliki kekuatan untuk kembali menguat.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (19/2/2026), turun 10 poin atau sekitar 0,06 persen ke level Rp16.894 per dolar AS.