Kumpulan Berita
Pasar keuangan domestik langsung disambut sentimen negatif pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2026). Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau langsung terkapar, tertekan hebat hingga menembus level psikologis baru di atas Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) dan mencetak rekor terendah dalam sejarah.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin melemah. Rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS. Pelemahan ini menjadi terendah sepanjang sejarah sejak krisis moneter 1998.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 13 poin atau sekitar 0,07 persen ke level Rp18.036 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026).
Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pelemahan rupiah terhadap dolar yang berlangsung beruntun pada belakangan waktu ini mesti dicermati sebagai peluang. Kinerja ekspor digadang-gadang bisa digenjot sehingga berdampak pada penguatan neraca perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 82 poin atau sekitar 0,46 persen ke level Rp18.049 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (4/6/2026).
Pimpinan DPR RI menyoroti secara khusus terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut. Bahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh level Rp18.000 per dolar AS per Kamis (4/6/2026).
Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan tanggapan tegas terkait pergerakan nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga mendekati level Rp17.900 per dolar AS. Kendati situasi pasar bergejolak, Purbaya menyatakan belum ada urgensi untuk menggelar rapat darurat KSSK di luar jadwal kuartalan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup hampir menembus level Rp18.000 pada perdagangan hari ini