Kumpulan Berita

Rupiah Hari Ini


Hot Issue
29 March 2026

Rupiah Terancam Tembus Rp17.100 pada Pekan Depan Imbas Krisis Energi Global

Nilai tukar rupiah diprediksi akan terus mengalami tekanan hebat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan depan Senin (30/3/2026).

Hot Issue
29 March 2026

4 Fakta Rupiah Terancam Tembus Rp20.000 karena Perang dan Minyak

Lonjakan harga minyak, serta arus modal yang berpindah ke aset safe haven menjadi faktor utama yang menekan mata uang Garuda.

Hot Issue
27 March 2026

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.979 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 75 poin atau sekitar 0,45 persen ke level Rp16.979 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (27/3/2026).

Market Update
24 March 2026

Skenario Terburuk Rupiah Anjlok ke Rp20.000 per Dolar AS, Waspada Krisis Imbas Perang AS-Iran

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai berada dalam kondisi rentan dan berpotensi melemah hingga menembus Rp20.400 per dolar AS.

Market Update
23 March 2026

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp17.075 per Dolar AS Usai Libur Lebaran, Ini Pemicunya

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi mengalami tren pelemahan rentang Rp16.990-Rp17.075 per dolar AS.

Hot Issue
22 March 2026

5 Fakta Rupiah Sentuh Rp17.000 per USD hingga Respons Purbaya 

Nilai tukar Rupiah terus melemah dan sempat menembus level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah tercatat melemah 39 poin atau sekitar 0,23 persen ke level Rp16.997 per dolar AS pada Senin 16 Maret 2026.

Hot Issue
19 March 2026

BI Siaga Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Geopolitik di Lebaran 2026

Bank Indonesia (BI) memastikan tetap mengawal stabilitas nilai tukar Rupiah selama periode libur panjang Idulfitri 1447 H. Langkah antisipasi ini diambil guna meredam potensi gejolak pasar global yang meningkat akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah

Hot Issue
16 March 2026

Purbaya Heran Rupiah Anjlok ke Rp17.000 per USD

Purbaya menilai kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini sangat prima, sehingga depresiasi mata uang dianggap tidak sejalan dengan realitas domestik