Kumpulan Berita
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 38 poin atau sekitar 0,22 persen ke level Rp17.706 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (19/5/2026).
Kementerian Keuangan telah resmi mengaktifkan instrumen Bond Stabilization Fund (BSF) guna membantu Bank Indonesia (BI) meredam gejolak nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Langkah intervensi taktis ini difokuskan pada pasar obligasi domestik dengan tujuan utama menjaga tingkat imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) agar tetap kompetitif.
- Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Kini Rupiah menyentuh level Rp17.700 per dolar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah akibat gejolak pasar global akan mulai melandai pada pertengahan pekan ini. Optimisme tersebut didorong oleh mulai berjalannya strategi intervensi pemerintah di pasar surat utang serta masuknya kembali aliran modal asing.
Komisi XI DPR RI meminta Bank Indonesia (BI) mengambil langkah serius untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mendesak agar Rupiah kembali ke level Rp16.500 per dolar AS sesuai asumsi makro dalam APBN 2026.
Bank Indonesia (BI) mengaku optimistis nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS akan kembali stabil memasuki bulan Juli 2026 mendatang. Hal ini seperti diungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin melemah. Pada perdagangan hari ini, Senin (18/5/2026), Rupiah melemah 64 poin atau 0,36 persen ke level Rp17.661 per dolar AS.
Kisah Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie yang membuat nilai tukar Rupiah kembali menguat dari level Rp17.000 menjadi Rp6.500 per dolar AS.