Kumpulan Berita
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 27 poin atau sekitar 0,15 persen ke level Rp17.744 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (25/5/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk melihat pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) secara utuh berdasarkan konteks historis.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengkritik opini sejumlah influencer dan pengamat saham di media sosial yang menyebut kejatuhan nilai tukar Rupiah membawa dampak positif bagi perekonomian nasional. Narasi yang mengklaim pelemahan kurs otomatis menguntungkan kinerja ekspor tersebut dinilai sebagai pandangan yang keliru karena abai terhadap potret riil struktur industri domestik.
Nilai tukar Rupiah diproyeksikan masih akan tertahan di kisaran level Rp17.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Ketidakpastian sentimen, baik yang bersumber dari dinamika global maupun gejolak domestik, disinyalir menjadi faktor penahan apresiasi mata uang Garuda untuk kembali ke level normalnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, Purbaya membocorkan adanya aksi nyata (action) yang siap dieksekusi oleh Kementerian Keuangan pada pekan depan.
Kebijakan ini menjadi benteng krusial guna menahan tekanan berlebih terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 13,5 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp17.667 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (21/5/2026).
Trump juga memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan memicu lebih banyak aksi militer AS terhadap Iran