Kumpulan Berita

saham


Market Update
5 October 2025

Investor Asing Jual Saham Rp3,1 Triliun, BBRI hingga BBCA Dilepas

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (foreign net sell) di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp3,1 triliun

Market Update
2 October 2025

IHSG Ditutup Menguat 0,34 Persen ke Level 8.071

IHSG ditutup menguat 0,34% ke level 8.071. Sektor konsumer siklikal dan properti mencatatkan kenaikan signifikan. Total transaksi mencapai Rp26,6 triliun. Saham SULI, ASLI, dan DIVA menjadi top gainers.

Market Update
27 September 2025

Investor Asing Net Buy Rp5,09 Triliun, Ini Daftar Sahamnya

Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp5,09 triliun sepanjang perdagangan 22??"26 September 2025.

Market Update
27 September 2025

Daftar 10 Saham Top Gainers Pekan Ini, Ada yang Meroket 141%

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 10 saham dengan penguatan tertinggi sepanjang perdagangan pekan ini periode 22??"26 September 2025.

Market Update
22 September 2025

IHSG Sesi I Turun ke 8.022 Usai Cetak Rekor Baru

IHSG berbalik arah dan melemah pada sesi I ke 8.022,40 setelah sempat mencetak rekor baru. Profit taking investor menjadi penyebab koreksi ini. Sektor keuangan dan kesehatan menjadi pemberat indeks.

Market Update
22 September 2025

IHSG Menguat ke 8.082,26 pada Awal Perdagangan Pekan Ini

IHSG dibuka menguat di awal perdagangan pekan ini, naik 0,39% ke level 8.082,26. Sektor energi dan konsumer non-siklikal memimpin penguatan, sementara beberapa saham seperti XILV, LPLI, dan FISH menjadi top gainers.

Market Update
21 September 2025

IHSG Diproyeksi Sideways di Rentang 7.970–8.070 pada Awal Pekan

IHSG diproyeksikan bergerak sideways pada awal pekan dengan rentang 7.970-8.070. Investor menantikan kebijakan moneter China dan data ekonomi AS. Cermati saham SRTG, RATU, BKSL, ADRO, dan TOWR.

Market Update
20 September 2025

10 Saham dengan Penurunan Terbesar Pekan Ini, Berikut Daftarnya

BEI mencatat 10 saham dengan penurunan terbesar pada 15-19 September 2025, dipimpin oleh MSIG Life yang anjlok 21,11%. Meskipun IHSG mencetak rekor, saham-saham ini justru mengalami tekanan jual signifikan.