Kumpulan Berita
Jakarta masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, terutama karena sampah yang masih tercampur sejak dari rumah.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan sampah secara nasional. Hal itu ia utarakan saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).
Industri properti mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah menggunakan metode controlled landfill untuk mengelola sampah eksisting.
Ia mengaku Jakarta dihadapi persoalan penanganan sampah imbas longsor di TPST Bantargebang, Kota Bekasi.
Pemerintah menyiapkan 20 lokasi yang telah memenuhi ketentuan regulasi sebagai lokasi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Insiden longsor di zona 4A TPST Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (8/3/2026) sempat membuat Jakarta kewalahan menangani persoalan sampah. Pasca kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bahkan menggelar rapat khusus untuk membahas penanganan sampah ibu kota.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi membentuk PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sebagai perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi.
Program waste to energy (WtE) akan membakar sampah sekitar 400 ribu ton per tahun untuk diolah menjadi energi listrik untuk 22 ribu rumah tangga.