Kumpulan Berita
Bank Indonesia (BI) berkomitmen menekan tingkat imbal hasil (yield) dan memangkas nilai outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Hingga 14 September 2026, akumulasi modal asing yang masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp140,7 triliun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungannya terhadap langkah Bank Indonesia (BI) yang merilis insentif bagi bank penampung Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Bauran stimulus ini dirancang untuk mengatasi isu segmentasi likuiditas yang sempat membayangi pasar uang domestik, sekaligus mengoptimalkan laju intermediasi industri perbankan ke sektor riil.
Purbaya mengungkapkan, pemerintah masih aktif menjalankan strategi intervensi dengan melakukan aksi beli instrumen Surat Berharga Negara.
Kementerian Keuangan telah resmi mengaktifkan instrumen Bond Stabilization Fund (BSF) guna membantu Bank Indonesia (BI) meredam gejolak nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Langkah intervensi taktis ini difokuskan pada pasar obligasi domestik dengan tujuan utama menjaga tingkat imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) agar tetap kompetitif.