Kumpulan Berita
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan anggaran pendidikan tidak mengalami pengurangan. Sebaliknya, pemerintah memperkuat sektor pendidikan melalui program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat, yang juga memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) M. Qodari mengatakan pemerintah menargetkan merampungkan 101 Sekolah Rakyat pada Juni 2026. Sekolah-sekolah tersebut diharapkan dapat menampung siswa baru dari keluarga miskin ekstrem pada tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang mencerminkan pelembagaan sila ke- 5 Pancasila yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, melalui perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan sejumlah kebijakan pendidikan nasional yang tengah dijalankan pemerintah, salah satunya pembangunan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.
Presiden Prabowo Subianto meminta keterlibatan aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), untuk mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Program ini merupakan pendidikan tanpa biaya yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan berkualitas.
Surat tulisan tangan itu menjadi simbol rasa syukur seorang anak yang kini bisa merasakan bangku sekolah berkat hadirnya Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat didedikasikan oleh negara sebagai upaya memutus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan.
Presiden menyebut peresmian Sekolah Rakyat merupakan hasil dari keberanian negara mengambil langkah bagi kebutuhan rakyat.