Kumpulan Berita
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan "melenyapkan" pembangkit-pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya dalam waktu 48 jam. Ini merupakan eskalasi signifikan yang terjadi hanya sehari setelah ia sempat berbicara tentang "mengakhiri" perang.
Di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah, kebijakan buka-tutup di Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi ketahanan energi Indonesia. Jalur vital yang selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dunia itu kini mulai memberi ruang bagi kapal-kapal dari negara non-konflik untuk tetap melintas.
Tuntutan Trump tampaknya tidak mendapat dukungan yang diharapkan dari negara-negara Eropa.
Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dinilai dapat mengganggu pasokan minyak dan LPG global
Trump bahkan meminta bantuan China, negara yang mendukung Iran dan diizinkan menggunakan akses Selat Hormuz oleh Teheran.
Dampak tersebut bahkan berpotensi lebih luas karena negara-negara tersebut juga memiliki peran strategis dalam rantai pasok global
Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan informasi intelijen yang menyebut Iran telah mengembangkan teknologi drone bawah air yang berpotensi digunakan untuk menyerang kapal tanker Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz.
Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait dampak konflik antara Amerika Serikat dengan Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz.