Kumpulan Berita
Iran mengancam akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz sebagai respons atas ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Iran saling mengancam gegara Selat Hormuz.
Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan, yang telah membuat sebagian besar kapal enggan melintasi Selat Hormuz
Di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah, kebijakan buka-tutup di Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi ketahanan energi Indonesia. Jalur vital yang selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dunia itu kini mulai memberi ruang bagi kapal-kapal dari negara non-konflik untuk tetap melintas.
Tuntutan Trump tampaknya tidak mendapat dukungan yang diharapkan dari negara-negara Eropa.
Selat Hormuz yang dikuasai oleh Iran adalah selat sempit yang memisahkan Iran dengan Oman dan Uni Emirat Arab ini adalah nadi energi dunia. Hampir 20 % perdagangan minyak global melintasi perairan ini setiap hari.
Trump bahkan meminta bantuan China, negara yang mendukung Iran dan diizinkan menggunakan akses Selat Hormuz oleh Teheran.
Dampak tersebut bahkan berpotensi lebih luas karena negara-negara tersebut juga memiliki peran strategis dalam rantai pasok global