Kumpulan Berita
Pemerintah menggulirkan stimulus dan insentif senilai Rp26,34 triliun untuk mendongkrak aktivitas ekonomi sepanjang sisa tahun 2026. Kebijakan ini disambut positif oleh dunia usaha karena dinilai mampu menjaga momentum konsumsi rumah tangga di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa dinamika geopolitik global yang belum stabil memaksa pemerintah mengambil langkah antisipatif yang lincah dan proaktif. Ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu gejolak harga minyak dunia dan menekan rantai pasok eksternal.
Airlangga menjelaskan bahwa pembahasan ini akan melibatkan satuan tugas (satgas) khusus untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran dan mampu mendorong produktivitas industri terkait
Pemerintah akan mengucurkan stimulus ekonomi Rp10,8 triliun pada kuartal III-2025 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.