Kumpulan Berita
Harga Bitcoin (BTC) pada Kamis (29/1) kembali mengalami pelemahan di bawah USD90.000 setelah Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuan.
Dari sentimen domestik, Presiden Prabowo Subianto memiliki harapan terkait pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Secara historis, indeks S&P 500 menguat 2,3% month-to-month pada akhir Oktober 2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ketidakpastian ekonomi global mereda. Dengan PMI global positif dan pemulihan manufaktur, ini saatnya industri ekspansi. Turunnya suku bunga The Fed jadi sentimen positif.
IHSG diprediksi menguat didorong sentimen rebalancing indeks FTSE dan antisipasi pemangkasan suku bunga The Fed. Investor asing catatkan net buy Rp1,4 triliun. Rekomendasi saham: RATU, NCKL, ASII, dan XIPI.
Harga Bitcoin mencetak rekor baru di Rp2 Miliar, didorong oleh inflasi AS yang stabil dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Korporasi besar mulai melirik Bitcoin sebagai aset treasury jangka panjang.
Wall Street, ditutup menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat.
Dow Jones Industrial Average menguat 0,59% ke 43.845,65. S&P 500 naik 0,70% ke 6.281,5