Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto terus mendorong transisi energi bersih dan terbarukan dengan membetuk satuan tugas (satgas) percepatan transisi energi.
Indonesia melakukan transisi energi bersih nasional dengan mengembangkan ekosistem hidrogen hijau untuk sektor transportasi dan industri di Indonesia. Inovasi mobil berbasis green hydrogen, Hydrogen Refueling Station (HRS), serta pemanfaatan energi terbarukan seperti surya dan panas bumi sebagai solusi rendah emisi.
Kapasitas pembangkit listrik captive berbasis bahan bakar fosil makin besar. Hal ini berpotensi meningkatkan emisi sektor ketenagalistrikan.
Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan sistem ketenagalistrikan nasional dan menghadapi dinamika industri energi yang kian kompleks
PT Energi Agro Nusantara memproduksi bioetanol berbahan baku molases (tetes tebu) dengan spesifikasi fuel grade ethanol (FGE) sempurna alias 99,9 persen.
Efisiensi rantai pasok melalui integrasi infrastruktur gas bumi, guna mengoptimalkan pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Transisi energi bersih di Indonesia kini mulai melibatkan masyarakat secara langsung.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan perkembangan terbaru mengenai Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia, menekankan komitmen pendanaan internasional telah meningkat dan menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap proyek energi terbarukan di Tanah Air.