Kumpulan Berita
Pasukan penjaga perdamaian PBB kembali menjadi korban dalam konflik di Lebanon selatan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu prajurit Prancis dalam menjalankan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon, Sabtu (18/4/2026). Kemlu RI menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menjunjung tinggi hukum humaniter internasional.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah tidak berencana menarik pasukan TNI dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pascainsiden yang menimpa prajurit Indonesia.
Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan, pemerintah belum memutuskan apapun soal penarikan pasukan TNI dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Proyektil yang ditemukan merupakan persenjataan utama tank 120 mm yang ditembakkan oleh tank Merkava Israel.
Tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia telah gugur dalam konflik di Lebanon selatan.
Seluruh prajurit yang terluka langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan instensif.
Ketiganya dianugerahi medali PBB dan LAF secara anumerta sebagai pengakuan atas pengabdian mereka dalam menjalankan misi UNIFIL di Lebanon selatan.